Ini adalah kisah orang-orang yang disalahpahami karena memang punya
nilai kebenarannya sendiri. Tindakannya pragmatus namun cenderung
mempunyai cara berpikir yang berbeda dengan orang kebanyakan. Pada
akhirnya orang-orang seperti ini banyak disalahpahami sebagai pembohong
bahkan penipu. Orang-orang seperti ini perlu ditolong untuk menemukan
potensinya, agar mereka tidak benar-benar mejadi penipu.
Ada sebuah kepribadian paling minoritas di dunia. MBTI memberinya
judul INTJ atau Independent Thinker. Teori, tapi ini dibutuhkan untuk
memudahkan kita memodelkan permasalahan. Saya mungkin salah satunya.
Jarang kepribadian lain yang bisa memahami kepribadian ini. Mungkin
hanya sesama INTJ yang bisa saling memahami. Sebagai kepribadian INTJ
yang mulai bisa bertidak “pragmatis” atau biasa disebut kepribadian lain
sebagai “dewasa”, saya akan mencoba mengkomunikasikan tentang bagaimana
orang INTJ berpikir, bertindak dan merasa.
Berpikir
Kami cenderung punya nilai kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat.
Biasanya berbeda dengan nilai kebenara kolektif. Hanya TUHAN yang berhak
menghakimi kebenaran apa yang kami pikirkan. Karena itu kami lebih suka
menyimpannya sendiri. Dan biarlah hanya TUHAN yang menghakimi apa yang
kami pikirkan.
Bertindak
Kami tahu bahwa kami berbeda. Kami sadar, kami punya nilai kebenaran
yang berbeda. Kami tidak suka dengan komitmen kecuali kami butuh.
Apalagi pernyataan kolektvitas, bahwa kami adalah sesuatu. Maka dari itu
kami akan bertindak sebagai orang yang bisa di”pahami” diawal-awal.
Namun, ada dimana saat kami merasa kalian belum berhak masuk kepada
bagian kami yang kami anggap penting. Kami akan menjauh. Di sini banyak
orang yang salah paham dengan kami. Menghakimi kami berubah, penipu
pembohong. Dan kami tidak peduli dengan penilaian kalian.
Atau kami akan menjaga sebisa mungkin untuk menjaga agar kalian tidak
masuk bagian kami yang itu. Terus “menipu” kalian dengan tingkah kami
yang mudah dipahami. Dan jangan harap kalian akan pernah kami ijinkan
untuk masuk dalam diri kami. Singkat cerita, kami menganggap kalian
lebih senang dibohongi daripada tahu diri kami yang sesungguhnya.
Merasa
Kami merasa bisa hidup sendiri. Kami merasa kalian tidak ada yang
bisa mengerti kami. Dan itu terkadang benar. Sekarang, apakah kalian
mengerti kami? Saya akan melihat banyak dahi yang berkerut kecuali orang
INTJnya sendiri.
Hanya saja, kalau kami bisa menemukan minat dan bakat serta potensi
kami, Kami lah yang biasanya jadi terbaik di sana. Contoh : Albert
Einstein, Isaac Newton.
http://khadijahavicena.wordpress.com/pemikir-mandiri/intj-again/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar